Selasa, 24 Januari 2012

Kemah pinggir kali



Camping dibawah kerimbunan pohon bambu adalah pengalaman pertama buat aku. 21-22 Januari 2012, penutupan tahun kelinci emas dalam kalender China. Ini dia yang aku lakuin bareng-bareng sama temen-temen yang lain serta dengan senior-senior yang terus menginspirasi. Kemping di Ciliwung nama acaranya. Acara gagasan TRASHI (Transformasi Hijau) yang bekerja sama dengan KPC Bojong Gede dan komunitas lain. Acara ini dibuat dengan tujuan untuk mempublish berbagai potensi dan menunjukan bahwa sungai Ciliwung memiliki sisi FUN  khususnya kepada para remaja sebagai target utama.


Kampung Glonggong, lokasi camping yang berada di daerah Bojong Gede. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam yang sebenarnya gak memakan waktu selama itu kalo gak ada tragedi tunggu-menunggu antar teman. Sampai di lokasi, aku dan teman-teman dapat sambutan hangat dari kakak-kakak yang udah lebih dulu sampai disana dan juga dari warga kampung Glonggong yang baik hati.


Gak lama setelah itu, kami semua langsung menuju camp dan ngediriin tenda. Setelah ngediriin tenda selesai kegiatan mentoring dimulai. Kegiatan mentoring ini dibagi menjadi beberapa pos yang akan dikunjungi kelompok yang sudah dibagi sebelumnya. Ada 5 pos di fieldtrip ini, diantaranya pos burung, serangga, herpetofauna, vegetasi dan ekosistem air.


Ini dia kegiatan Fieldtrip kelompokku!!


Kunjungan pertama: Pos burung. Mentornya kakak JBC (Jakarta Birdwatcher Community) yaitu kak Agnes dan kak Iting. Materi: pengenalan tentang burung, pengenalan tentang pengamatan burung, belajar membuat sketsa burung, belajar mengidentifikasi spesies burung.


Kunjungan kedua: Pos Vegetasi. Mentornya kak Febri dibantu Bang Udin (orang asli Bojong) . Materi: pengenalan tentang tanaman lokal Bojong Gede beserta manfaatnya.


ISHOMA (Menu andalan: Sayur rebung, pencuci mulut: buah Kemang)


Kunjungan ketiga: Pos ekosistem air. Mentornya salah satu petinggi TRASHI yaitu om Hendra. Materi: Siklus hidrologi, faktor pencemar air, cara mengukur kualitas air, ekosistem dalam air.


Kunjungan keempat: Pos serangga. Mentornya kakak dari UKF (Uni Konservasi Fauna) spesialis serangga, kak Gilang. Materinya: pengenalan tentang serangga beserta habitatnya, pengenalan tentang pengamatan serangga, cara mengawetkan serangga.


Kunjungan kelima: Pos Herpetofauna. Mentornya kakak dari UKF (Uni Konservasi Fauna) spesialis herpertofauna, kak Seken. Materi: pengenalan tentang herpet, spesifikasi dari setiap herpet, pengenalan tentang pengamatan herpet.


Selesai sudah kegiatan mentoring berbasis fieldtrip ini, kemudian aku dan para peserta yang lain diajak memainkan permainan yang udah lama luntur di kehiduapan anak kecil zaman sekarang. Anak zaman sekarang lebih cenderung gemar bermain dengan gadgetnya daripada permainan-permainan yang menyehatkan dan memiliki nilai moral yang baik. Tap benteng adalah permainan yang berhasil mencairkan suasana sehingga makin terlihat chemistry kekeluargaan antar satu sama lain.


Puas bermain, kami semua dihibur dengan pertunjukan anak kecil asal desa Glonggong ini yang dengan penuh percaya diri meliuk-liukan badannya. Sedikit dapat cambukan sih saat tau mereka lebih suka lagu-lagu berbasis cerita percintaan anak ABG dibandingkan lagu-lagu anak kecil yang sampai sekarang pun masih aku gemari. Kini gak heran kalau anak-anak mengalami penuaan dini karena memang hal-hal yang mereka konsumsi sekarang tidak sesuai terhadap usianya.


Ketika malam datang, kami semua bersiap-siap untuk melakukan pengamatan herpetofauna. Pengamatan ini dibagi kedalam 3 jalur dimana masing-masing jalur akan didampingi oleh kakak-kakak senior yaitu kak Iting, kak Seken dan kak Gilang. Di kegiatan ini spesies yang diperoleh ada 2 amphibi dan 4 reptil diantaranya kodok buduk (Buffo melanosticus), kongkang kolam (Rana calconata) pada reptil dan cicak hutan (Cyrtodactylus sp) Cicak rumahan ( Hemidactylus frenatus), kadal langit (Tachydromus sexlineatus) dan bunglon pohon (Bronchocela jubata) Kemudian setelah pengamatan herpet selesai, kami langsung melepas hewan-hewan herpetofauna itu.


Selepas itu kami menonton screening film. Video yang awalnya diputar adalah TRASHI NEWS yang disambung dengan sharing pengalaman bersama Young Transformer (anak didikan TRASHI) kemudian dilanjutkan dengan menonton film horror bersama dan pergi istirahat.


Aku terbangun pukul 5 pagi dan melihat kawan-kawan dari Diploma ANGSANA IPB sudah ramai bercanda tawa.


Agenda pertama hari itu adalah Bird Watching (pengamatan burung). Yap!! ini adalah kegiatan favoritku. Jembatan adalah spot pertama yang kami kunjungi untuk mencari burung untuk kami amati.(FYI ada insiden  disini, turut berduka atas terjunnya HP Hanan Nabilah di Sungai Ciliwung) Sedikit sulit memang untuk mengamati burung di tempat seperti ini. Bambu dan pepohonannya yang sangat rimbun mengharuskan aku dan yang lain untuk semakin teliti. Dan akhirnya setelah sekian lama, kami berhasil mengidentifikasi sekitar +- 7 spesies burung. Salah satu yang membuatku gembira adalah aku dapat menemukan spesies Cekakak Jawa ( Javan Kingfisher/Halcyon cyanoventris) untuk pertama kalinya.


Setelah selesai pengamatan, kami semua sarapan di saung dan setelah itu kami tahlilan bersama ustadz di Bojong dan beberapa anak pesantren asal Bojong.


Selesai makan dan tahlilan, kami semua ke bawah dan duduk manis diatas ponco yang digelar untuk sharing bersama dengan kakak KPC Bogor dan mentoring tentang fotografi jurnalistik oleh bang Henry.


Setelah agenda chit chat selesai, para peserta dikembalikan ke kelompok asalnya dan menuliskan kegiatan apa yang akan dilakukan selepas acara kemping di Ciliwung ini. Aku, Ega dan Diah yang menuangkan ide yang lebih universal dan tidak terlalu concern ke sungai Ciliwung memang sangat terlihat berbeda dengan hasil diskusi kelompok kami. Akan tetapi aku, Ega dan Diah bisa melewati fase presentasi dengan baik. Perbedaan yang mencolok yang awalnya kupikir akan menjadi kekurangan itu ternyata bisa kami cover dengan baik dan kami ubah menjadi suatu kelebihan.


Presentasi selesai dan agenda sudah menjadwalkan untuk kegiatan bercengkrama dengan sungai langsung. ya!! Tubing dan menghanyutkan diri, bersenang-senang dengan sungai dan ekosistemnya. Aku yang awalnya sempat ragu akhirnya mengikuti agenda ini. Rasa penasaran yang mengalahkan keraguan. Akan rugi jika aku gak ikut agenda basah-basahan ini.


Ega adalah korban pertama yang dihanyutkan bersama ban dalam ukuran untuk motor. Kemudian disusul aku dan Diah. Kami yang belum apa-apa sudah terbalik akhirnya memutuskan untuk menghanyutkan diri dan menyusul Ega dengan ban dalamnya. Benturan-benturan dengan bebatuan disana serta teriakan yang menggelegar menjadi sensasi tersendiri yang harus kami nikmati. Betul-betul menyesal jika aku tidak mengikuti agenda basah-basahan ini.


Namun di agenda ini aku mendapat cambukan yang cukup keras. Melihat realita yang terjadi pada wajah Ciliwung. Aku yang mengambang bersama teman-teman yang lain ternyata ditemani dengan banyak sekali sampah styrofoam. Di area yang bisa dibilang daerah hulu saja sudah ada sampah styrofoam begini, bagaimana di hilir? Di sini makin kuat pertanyaan yang sudah menjamur di benakku. Bagaimana caranya untuk mengubah mindset masyarakat bahwa sungai itu bukan tempat sampah? Bagaimana cara agar penggunaan styrofoam bisa di minimalisir atau bahkan dihilangkan? Bagaimana caranya untuk memanfaatkan limbah styrofoam yang semakin hari semakin menggunung? Ini PR kita kawan-kawan agen perubah!!


Selesai mengambang-ngambang di sungai Ciliwung, aku Ega dan Diah beres-beres tenda, mandi bersih-bersih dan ngobrol-ngobrol sama kakak-kakak yang lain. Kemudian foto-foto dan pulang kerumah masing-masing.


Kemah kali ini benar-benar bermakna banget buat aku. Disini aku benar-benar dapet banyak temen baru, inspirasi baru, motivasi baru, keluarga baru, pengalaman yang benar-benar berharga banget. Gak nyangka aku bisa ngebuktiin omonganku tentang "sebar virus cinta lingkungan" dengan berhasil ngajak temenku ikut berpartisipasi dalam acara ini dan melihat mereka menikmati acaranya. Semoga semakin banyak agen perubah untuk bumi yang lebih baik. Semoga akan terus terjadi perubahan dan impact-impact untuk bumi yang lebih baik. Semoga cita-cita kita bersama untuk bumi bisa  terwujudkan. dan semoga Ciliwung bisa kembali cantik seperti dulu lagi :D


"Jangan terus hanya bermimpi dan menikmati mimpi indahmu! Tapi bersegeralah bangun dan berusaha untuk wujudkan mimpi indahmu menjadi nyata!"

Kunjungan ke Sekolah Masa Depan


Haaayuk tengok ceritaku tentang kunjungan ke sekolah impianku :) tulisanku emang masih jelek tapi sekolah masa depanku ini............ BEUH! Keren banget!! Lets check it out ;;)


"Sampoerna School of Education" adalah status facebook yang aku buat di hari kunjunganku ini.


Sabtu, 7 Januari 2012 jam 9 pagi di Pasar Minggu adalah kesepakatan yang aku buat sama kak Putri. Karena akunya gak tau jalan jadi ya aku ikutin aja perkataan yang tau arah :D Gak mau kak Putri nunggu lama, akhirnya aku mutusin buat berangkat jam setengah 8. Cuaca yang emang lagi hujan terus emang bener-bener punya dendam kesumet kayaknya sama aku -_-" Untuk kesekian kalinya aku diguyur ujan sampe kuyup! Padahal disitu kondisinya akunya lagi sakit ._. Gak disangka-sangka aku cepet banget dapet angkot keramat yang biasanya nunggunya aja lama banget sampe harus bakar kemenyan dulu baru dateng *angkot macam apa itu -_-* yang berkode s11 itu cepet banget! sedikit seneng karena aku gak perlu lama-lama berkecimpung di tengah hujan sih. Tapi yang bikin aku harus ngomong ASTAGA adalah angkotnya yang biasanya ngetem lama sampe bikin otak melepuh saking keselnya itu gak ada ngetem-ngetemnya sama sekali. Alhasil perkiraanku yang aku bakal tepat waktu malah kecepetan 1 jam -___-" Segera aku sms kak Putri dan ngasih tau kalo aku udah deket tempat janjian ketemu dan apa balasan kak Putri? dia panik!! hahaha kemudian karena akunya basah kuyup dan laper karena belum sarapan akhirnya aku makan lontong sayur di pinggir jalan sekalian neduh dan nunggu kak Putri. Astaganya lagi kak Putrinya melestarikan budaya turun-menurun Indonesia yaitu ngaret -_- Aku ketemu kak Putri jam setengah 10 di Pasar Minggu akhirnya dan kami berdua langsung naikin metromini dengan kode 640 bertuliskan jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang. Sampe di depan pom bensin tempat kak Yosea nungguin kami dan langsung jalan kaki menyebrangi jalan menuju sekolah masa depanku SSE.


Sampe di SSE dan aku kebingungan bakal ngapain disitu karena setau aku awalnya itu cuma kak Bambang yang ditunjuk sebagai asdosnya dan aku??? Apakah aku hanya menjadi laler yang mengganggu mereka? Takut mati gaya dan takut salah tingkah deh akunya pas itu -_-" Kemudian kita menuju ruangan yang dituju dan ternyata tempat yang dimaksud itu bukan di gedung SSE melainkan di SSB (Sampoerna School of Business). pas udah masuk ruangan udah ada seorang pembicara di depan para kakak-kakak cemerlang. Ternyata kelas udah dimulai! Aku dan kak Putri akhirnya ngikutin kelas yang dosennya itu tante Shita.


Tante Shita adalah salah seorang penulis di tabloid Femina. Dia concern pada bahasan tentang makanan. Banyak banget pelajaran yang aku dapet dari tante Shita! Salah satu yang aku masih rada inget adalah quote yang terselip di dalem kelas yaitu "Kamu adalah apa yang kamu makan" *kalo gak salah ya~* terus tentang Slow food!! :D dan tentang mencintai produk lokal. Menurut tante Shita, gaya hidup yang udah dipengaruhi sama globalisasi membuat masyarakat Indonesia cenderung dominan mengkonsumsi makanan junk food yang sebenarnya bener-bener gak baik banget buat kesehatan! Terus kata tante Shita tuh, kita bisa tau karakteristik seseorang dari apa yang dia makan. Kita juga diajak menuliskan pola makan kita selama hidup dan pola makan kita di diagnosa oleh temen kita. Disini, pola makanku didiagnosa sama kak Putri dan ternyata hasil diagnosa kak Putri tuh bener!! Gak nyangka ya ternyata makanan itu sangat amat mempengaruhi segala aspek hidup :)


Kelas tante Shita berakhir di jam makan siang dan kita makan siang bareng. Pas makan siang aku, kak Bambang, kak Putri, tante Stien dan tante Shita ngobrol-ngobrol banyak. Mulai dari ngebahas gedung SSE, wawancaraku ke tante Stien tentang SSE, sampe aku yang nanya-nanya ke tante Shita tentang cara membangkitkan passion untuk menulis. Gak kerasa obrolan sambil nikmatin makan siang itu, tiba-tiba sampe pada waktunya kelas dimulai lagi.


Para kakak cemerlang udah ngumpul dan tiba saatnya yang ditunggu-tunggu, kak Putri menjadi dosen!!! :D Dalam kelas sesi ini, kak Putri menyampaikan materi tentang Earth Charter.


Menurut pembicaraan kak Putri yang panjang lebar, yang masih nempel di otak aku itu Earth Charter (Piagam Bumi) adalah semacem persetujuan yang dibuat oleh hampir seluruh negara di dunia untuk menjaga bumi kita tercinta ini. Earth Charter mengandung 4 nilai utama diantaranya menghargai komunitas kehidupan, menjaga ekologi, keadilan sosial dan ekonomi dan demokrasi, anti kekerasan dan perdamaian.


Naaaah di kelasnya kak Putri, dia gak mau cuma papapcuap didepan tanpa melibatkan kakak-kakak cemerlang untuk aktif. Kak Putri menyuruh kakak-kakak cemerlang untuk melakukan aktivitas yang bersangkutan sama bahasan di kelasnya ini. Para kakak cemerlang disuruh membentuk 1 kelompok yang terdiri dari 3 orang dan mendiskusikan kegiatan yang bersangkutan sama  nilai-nilai Piagam Bumi yang 4 tadi itu yang udah dilakukan. Terus hasilnya ditulis di kertas plano yang disediakan yang kemudian dipresentasikan.


Sumpah hasil presentasi mereka semua keren-keren banget! Yaaa hampir semua dari mereka mempresentasikan project green teachernya dan bener-bener bagus semua projectnya. Ada yang punya project yang berkaitan sama pelestarian terumbu karang, tambak, perkebunan, intinya rata-rata ya untuk mensejahterakan masyarakat lah pastinya. Secara bergilir setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya sampai tiba saatnya aku dan kak Bambang yang juga mengikuti aktivitas ini mempresentasikan hasil diskusi kami. Hasil diskusi kami emang keliatan berbeda banget sama hasil diskusi kakak cemerlang yang lain. Kakak cemerlang yang cenderung menuliskan projectnya dan kami yang cenderung menuliskan berbagai aktivitas yang udah kami lakukan dan berkaitan dengan nilai-nilai tersebut. Seiring waktu berjalan gak kerasa udah sore dan akhirnya kelas kak Putri ditutup dengan sejarah Earth Charter dan penulisan testimoni tentang kelas dengan dosen kak Putri Ayusha ini.


Setelah hampir semua kakak cemerlang udah pulang dan hanya tersisa aku, kak Putri, kak Merry, tante Stien dan kak Bambang di SSE akhirnya aku, kak Putri, kak Merry dan kak Bambang pamitan sama tante Stien kemudian berpisah sama kak Merry di gerbang SSE.


Itu dia ceritaku tentang kunjungan ke sekolah impianku Sampoerna School of Education dan bertemu dengan para orang inspiratif disana. Semoga aja aku bisa hampir setiap hari kesana dan bertemu banyak orang inspiratif dengan status Poetra Sampoerna :)

Senin, 16 Januari 2012

Difable Children Empowerment -SSE


Okee aku bakal ngepost tentang kegiatan yang aku ikutin. Menarik! Tapi mungkin emang udah basi kalo baru diomongin sekarang -__- (again!) yaaa tapi gak dosa juga kan kalo aku ngepost tentang hal ini? Itung-itung aku belajar berceloteh deh ya hehe


2 dan 3 Desember 2011, acara berjudul DICE (Difable Children Empowerment) ini diselenggarakan. Acara ini dibuat sama kakak-kakak cemerlang SSE (Sampoerna School of Education) yang tergabung dari dua Department kedalam satu kelompok untuk membuat suatu Social Activity. Ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Anak Disabilitas Nasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember. Dalam acara ini tentu mereka melibatkan para penyandang disabilitas yang disini merupakan siswa dari YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) yang berlokasi di sekitar area Kebayoran Baru.


Karena acaranya itu jatuh di hari Jum'at (workshop) dan Sabtu (festival), dan aku juga ngerekrut temenku untuk ikut acara menarik ini, otomatis aku harus ngurusin perizinan ke pihak sekolah karena ngambil jam pelajaran. Bersusah payah aku ngurusin perizinan sekolah untuk ikutan acara ini dan untungnya gak sia-sia. Aku ngedapetin izin dari sekolah!! *yeah!!* 


Karena gak pernah tau keberadaan YPAC sebelumnya, aku dan temen-temenku sempet kebingungan dan sempet salah tempat juga. Hujan yang mengguyur waktu itu juga bikin kami sedikit kesulitan tapi berkat usaha dan kemauan kami buat ngikutin acara ini, akhirnya kami menemukan YPAC!! *yeah lagi!!*


Kita disuruh nunggu sekian lama dan akhirnya workshopnya dimulai dan kami mengikuti workshop dengan seksama (sedikit mengantuk sih sebenernya). Narasumber di workshop sesi kedua (sebelumnya ada sesi pertama) ini adalah Ibu Endang. Beliau adalah ibu dari saudara Habibie, seorang penderita disabilitas yang sukses dengan usaha internet marketingnya. Inspiratif banget kan!!! Di workshop ini juga para pesertanya gak cuma disuruh ngedengerin narasumber berceloteh aja loh~ para peserta juga berdiskusi untuk memajukan suatu komunitas yang akan berkembang setelah acara ini.


IDCC (Indonesian Disabilities Care Community) adalah suatu komunitas yang digagas setelah acara ini. Ini adalah komunitas dimana berisi para manusia yang peduli akan penyandang disabilitas. Akan ada banyak kegiatan dan aksi yang dilakukan oleh komunitas ini tentunya bertujuan untuk mengangkat kepercayaan diri para penyandang disabilitas dan menunjukan kepada khalayak yang mencemooh para penyandang disabilitas kalau ternyata para kaum disabilitas tidak boleh didiskriminasi dan dipandang sebelah mata. Sesungguhnya mereka juga mempunyai kemampuan dan kreatifitas sama seperti orang-orang normal lainnya. Bahkan semangat mereka jauh lebih kuat daripada kita. 
Pas festival aku ngerasa beruntung karena bisa langsung berhubungan dengan teman-teman spesial dari YPAC. Jangan kira loh mereka itu bodoh dan gak bisa berpikir, mereka itu pinter-pinter banget!! Bahkan gak sedikit dari mereka yang GAUL!! Gimana enggak gaul, salah seorang murid YPAC yang kenalan sama aku (sebut saja namanya Fahmi anak gaul Jakarta) dia suka ngedengerin musik dan saat aku tanya penyanyi siapa yang dia suka dia ngejawab dia suka Bruno Mars!! *galaumameeen* gak lama dia bilang gak jadi Bruno Mars *mungkin dia sudah gak galau* dan dia bilang dia sukanya sama Akon!!!!! widiiiiiiiiiiiiiih!! kurang gaul ape kan?! Mainannya musik jedag jedug broooow!! \m/


Di festival itu aku bisa ngeliat ekspresi seneng mereka! Sumpah mereka bener-bener hebat banget bisa tetep semangat meskipun kondisi mereka 'terbatas'. Hal itu bisa aku liat pas mulai segmen hand painting. Mereka berbondong-bondong dateng ke kain untuk ikutan face painting dengan tongkat dan kursi rodanya. Backsound yang dinyanyiin saat itu adalah OST. Dice SSE yang berjudul "Aku dan Kamu Bisa!" bener-bener buat hatiku tergetar. Jujur pas itu aku mau nangis karena bener-bener mengharukan banget. Salut banget ngeliat semangat mereka ngejalanin hidup dengan kondisi mereka yang begitu!!


Selesainya kegiatan hand painting ditutup dengan lagu "Karena Cinta" yang dinyanyiin bareng-bareng di depan panggung. Lagi! Aku mau nangis saat itu bahkan makin-makin mau nangis! Sumpah momen yang gak bakal bisa aku lupain banget saat itu.


Acara ini bener-bener acara berkualitas! Acara yang sungguh menginspirasi banyak orang dan gak luput juga menginspirasi aku :) Terimakasih ya kakak-kakak cemerlang yang udah ngadain acara ini dan udah ngundang aku di acara ini. Terimakasih sebanyak banyak banyaknya banget deh :D

Nimbrung di Ciliwung

Event ini emang udah berlalu. Bahkan kalo ibarat nasi, kalo baru mosting tentang event ini sekarang udah basi sampe jamuran itu nasinya. Tapi ya mau gimana lagi? toh akunya juga baru ada waktu untuk nulis tentang event ini sekarang karena kemarin-kemarin sibuk ngurusin UAS dan Ajang Kreasi jadi harap maklum aja kalo postingan aku ini late posted gini :)


Suatu hari aku dimunculkan ke dalam forum diskusi online melalui jejaring sosial tereksis di kancah internasional yaitu Facebook. Entah makhluk apa yang mengundang aku ke dalem forum diskusi yang isinya orang-orang sepuh semua (read: senior). Dengan seksama aku baca message satu persatu dari mereka supaya tau apa bahasannya. Setelah bersusah payah mencoba memahami apa yang jadi bahasan, akhirnya!!! aku tetep gak ngerti apa yang dibahas sama kakak-kakak seniorku ini -_- karena menyerah akhirnya aku bertanya kepada siapa saja yang mau menjawab "kak ini pada ngomongin apaan sih?" dan dengan baik kak Ady menjawab "ini kita ngebahas acara untuk peringatan hari pohon sedunia, Ta di Ciliwung Condet" oke selepas itu aku baru mudeng atas apa yang dibahas di message-message sebelumnya itu meskipun ada beberapa yang emang gak nyambung dan cuma ikutan ngeramein doang. Forum yang isinya senior-senior itu aku kira forum yang serius, tapi ternyata itu semua tertepiskan sudah dengan kejenakaan para sepuh di forum online ini. Saking jenakanya aku sampe jadi bulan-bulanan mereka -_-" Nasib junior gini jadinya pasrah aja deh akunya dijadiin bintang-bintangan.


Selain diskusinya dibahas di forum online ini, tentu aja gak akan maksimal kalo gak ngadain rapat serius di suatu tempat yang berada di atas bumi ini kuberpijak. Udah banyak beredar info rapat ini rapat itu di Condet (basecamp KCC) tapi karena akunya masih sekolah jadinya gak pernah bisa ikutan rapat deh -___-" sekolah memang salah satu pengahalang kalo kamu mau jadi aktivis ._. oke lanjut! tiba saatnya aku dapet libur~ pas banget ternyata diadain rapat teknis untuk final acara #NimbrungdiCiliwung tercinta kita ini. Dengan senang hati aku dateng ke Condet, Balekambang bersama temenku. Namanya Ocal, dia baik sekali ya mau nganterin aku rapat ke Condet (padahal akunya maksa dia gitu supaya dianya mau hahaha).


Aku sama Ocal ketemuan di depan gang MTs tercintah yang diberinama jalan Vuvan. Dari situ aku punya dua rekomendasi berkendara untuk menuju ke sana yaitu, angkot merah merona dengan kode s11 atau bis andalan kota Jekardah,  Transjakarta. Karena Ocalnya norak akhirnya kita naik Transjakarta supaya bisa berkeliling-keliling kota hendak melihat-lihat keramaian yang ada. Alhasil kita datengnya telat karena faktanya kalo naik Transjak itu muter-muter. Rapat yang dimulai pukul 1 siang ternyata baru dimulai pas aku dan Ocal dateng tepatnya sekitar jam 2 an. Akhirnya kita rapat deh~ Di rapat ini aku dapet temen baru yang banyak sekali :D gak sekali juga sih sebenernya hehe. Sedikit tambahan Ocal bored banget di rapat ini hahaha *ketawa setan* Skip! Rapat selesai dan aku pulang bersama peliharaan tercinta yang aku beri nama Ocal ini.


H-1 aku mutusin untuk nginep di Condet. Kak Sesil yang awalnya mau barengan aku nginep di situ ternyata jatuh sakit dan gak bisa hadir sampe hari pelaksanaan. Akhirnya akunya jadi perempuan tercantik di Condet saat itu hahaha Aku yang awalnya mau barengan sama kak Yosea akhirnya barengan sama kak Iam dan nyampe disana tengah malem. Pas aku sampe sudah ada kak Yosea, om Hendra, koko Asun, Kikindut dan yang pasti kuncen Condet kesayangan kita semua bang Kodir. Gak lama boss birding nan keren dateng yang gak lain gak bukan kak Ady.


Karena hari sebelumnya ujan dan pas aku dateng juga ujan, jadinya udah bisa dipastiin tempat untuk stand-stand komunitas yang dilokasikan tepat di tepi Ciliwung pun gak bakal dipake karena super duper becek. Aku sendiri udah membuktikannya gara-gara aku diajak ngepet sama kak Ady dan kak Iam dan apakah hasilnya? lumpur menyelimuti kaki cantikku :D


Hari makin malem, bahkan makin pagi sedangkan aku dan yang lain belum pada tidur. Akhirnya aku dan kak Yosea ke saung bawah untuk bergegas istirahat. Pas udah sampe saung tentu aja gak mungkin langsung tidur. Kita ngobrol dan diskusi tentang banyak hal. Obrolan kita berenti sampe jam setengah 3 pagi karena kak Yosea tertidur duluan dan aku yang sebelumnya gangguin dia buat bangun gak tega lagi ngegangguin dia. Setengah jam kemudian aku juga ikutan tidur deh.


Setengah lima pagi! aku tiba-tiba kebangun dan gak bisa tidur lagi. Gak lama setelahnya kak Iam bangun, disusul dengan Kiki dan kak Yosea. Kita langsung bergegas ke atas dan bikin teh anget untuk ngangetin badan. Meskipun masih di area Jakarta tapi gak bohong pagi itu dinginnya lumayan banget. Kemudian aku mandi, sementara yang lain pada sibuk ngangkat-ngangkat barang, meja, bangku dan ini itu.


Acara dimulai dan dimeriahkan oleh kedatangan rombongan kakak-kakak cemerlang dari SSE yang emang rame sekali!! *special thanks to Kak Merry dan kak Yosea* kemudian ada juga teman-teman dari berbagai komunitas yang hadir dan turut meramaikan #NimbrungdiCiliwung perdana ini. (info: #NimbrungdiCiliwung adalah hashtag yang kami terapkan di twitter kalo mau ngetwit yang ada hubungannya sama Ciliwung) Acara dibuka dengan memulung sampah di tepi sungai Ciliwung yang "dulunya" anggun. Gak peduli dia jabatannya apa, orangnya sejenius apa, umurnya berapa, nomer sepatunya berapa... Semuanya bergabung jadi satu buat mulungin sampah penuh lumpur yang udah naik ke tepian karena hujan di hari-hari sebelumnya. Oh iya, di sesi alih profesi menjadi pemulung teladan ini dibagi menjadi 3 kubu looooh. Kubu pertama dikepalai oleh kak Iting yang aku juga kaget kenapa dia bisa dateng ._. Next! Suku kedua diketuai oleh kak Opik. Dia adalah temennya kak Iting, kak Iam dan kak Ady yang aku juga baru kenal di event ini. And the last one is Ksatrya muda calon agen perubah lingkungan! yaitu anak-anak cilik yang imut dan unyu-unyu dari Condet yang diketuai oleh salah seorang bapak-bapak yang tentunya dari Condet juga. Berkat kerja keras dan kekompakan yang amat sangat kuat dan melewati fase hisab sampah akhirnya telah diinformasikan kita semua berhasil mengumpulkan sampah dengan berat 820 kg yang aku yakin berat di lumpur -_-


Selama kegiatan mulung Ciliwung berlangsung ternyata ada adik-adik PAUD nan lucu ikutan nimbrung dan sedang diberikan edukasi tentang lingkungan yang dikemas sesuka hati guru mereka. Yang diharepin sih mereka bisa tau dan menjadi generasi penerus bangsa yang menjaga lingkungan khususnya bisa nyulap Ciliwung jadi jernih dan bersih sekali lagi. Tapi yaaaa balik lagi ke kemauan adik-adik PAUD yang unyu-unyu itu aja deh.


Karena tempat untuk stand komunitas becek dahsyat akhirnya para stand mencuri-curi lapak kosong yang kira-kira bisa untuk diisi deh. Teens Go Green pun mencuri lapak di depan tempat makanan yang emang pasti jadi pusat keramaian (sekalian biar bisa curi-curi lontong juga sih) TGG mengisi amunisi untuk ditembakan ke target yaitu orang-orang yang nimbrung. Kegiatan yang mau TGG lakuin adalah face painting \o/ foto komitmen, survey styrofoam dan belajar origami buat anak-anak kecil. Sempet bingung karena PJ TGG di acara itu adalah aku dan itu untuk pertama kalinya aku bikin stand-stand gitu. Sempet mikir kalo bakalan sepi dan krik-krik tapi ternyata Tuhan berkehedak lain. Stand kami sangat amat ramai sekali!!! *Terimakasih banyak Tuhan*


Acara demi acara dilewati mulai dari drama dan dongeng yang jenaka, sulap yang menegangkan karena main ketok-ketokan hape sampe belajar sejarah bersama-sama. Sumpah gak nyangka ya CIliwung yang dulunya kayak surga... airnya jernih, banyak yang manfaatin buat mandi, nyuci dan lain-lain juga dijadiin jalur transportasi kompeni Belande sekarang udah jadi gak karuan. Air beningnya udah berubah bak kuah gulai enak buatan mama. Cuma bedanya yang ini lebih gimana gitu. Sampah-sampah yang nyangkut-nyangkut juga menambah kesan yang bikin makin gimana gitu. Pokoknya bedanya 180% deh dari Ciliwung yang nampak di filmnya om Asep KHI. Yaaa meskipun filmnya 1 warna doang sih (maklum film kuno) tapi udah kebayang banget deh perbedaan Tjiliwoeng tempo doeloe sama Ciliwung yang udah dicemarin sama tangan kotor orang egois yang cuma mikirin enaknya sendiri.


Belajar sejarah selesai dan ditutup dengan quiz berhadiah dari om Asep. Quiz dengan pertanyaan yang sejarah banget bener-bener ampuh membangkitkan kemeriahan yang tadinya meredup karena "sejarah". Hadiahnya gak seberapa bernilai sebenernya tapi semangat kompetitif kakak-kakak SSE yang menggebu-gebu ini yang bikin hadiah itu terlihat bak bongkahan emas yang harganya milyaran rupiah. Kekonyolan dan kejenakaan kakak-kakak cemerlang SSE yang bikin perut kekocok juga bener-bener bikin suasana kekeluargaan idup banget! Aku sendiri sampe bingung mesti gimana dan cuma bisa ketawa ngeliat kegokilan kakak-kakak cemerlang ini.


Setelah hadiah udah abis dan kakak-kakak SSE bisa mengikhlaskan diri karena gak dapet hadiah, acara #NimbrungdiCiliwung pun dinyatakan selesai. Nimbrung diakhiri dengan doa dan sesi narsis di muka kamera. Ada satu statement yang aku suka yang keluar dari mulut om Asep yaitu "orang yang tidak mau difoto, tandanya dia tidak mau dikenang" jadinya untuk para banci kamera niiiih sah banget kalo kalian narsis dan suka mengabadikan diri kalian melalui kamera. Itu tandanya kalian siap untuk dikenang :D Setelah itu semua pamitan satu sama lain. Berpisah tapi tidak menandakan ada perpisahan karena hubungan antara aku, dia dan mereka akan terus berjalan :)


Yup! Itu dia kegiatan seru yang digagas sama sesepuh-sesepuh (bagiku) dari beberapa komunitas hijau di Jakarta. Pandangan orang tua yang beranggapan kalau gak ada anak muda yang peduli lingkungan dan bisanya cuma konsumtif serta bikin kerusakan-kerusakan, semuanya ditepis di sini. Ini adalah bukti nyata kalau KAMI generasi muda bener-bener peduli terhadap lingkungan. Butuh saksi?? TJILIWOENG adalah saksi bisu kami :)