Rabu, 16 November 2011

Dampak Penggunaan Plastik yang Berlebih


Dampak plastik tehadap lingkungan merupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini ternyata sangat signifikan.
Sebagaimana yang diketahui, plastik mulai digunakan sekitar 50 tahun silam yang kini telah menjadi barang yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Diperkirakan ada sekitar 500.000.000 sampai 1.000.000.000 kantong plastic yang digunakan penduduk dunia dalam waktu 1 tahun. Ini berarti ada sekitar 1.000.000 kantong plastik per menit dan untuk membuatnya diperlukan 12.000.000 barel minyak per tahun dan 14.000.000 pohon ditebang untuk memproduksi plastik. 
Over consumptions terhadap plastik pun mengakibatkan menggunungnya sampah plastik dengan kurun waktu yang sangat lama dikarenakan plastik yang bukan berasal dari senyawa biologis sehingga sulit untuk diuraikan. Plastik memiliki sifat yang sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100-500 tahun hingga dapat terurai dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, bahkan udara.
Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batubara mentah adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Semakin banyaknya penggunaan plastik berarti semakin cepat sumber daya alam tersebut dihabiskan.Fakta tentang bahan plastik (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB)
Kantong plastik yang sulit diuraikan akan memberikan akibat sebagai berikut :
·        Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
·        Plasik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
·        Menghancurkan rantai makanan.
·        Menurunkan kesuburan tanah karena menghalangi sirkulasi udara dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah.
·        Pembuangan sampah plastic di sungai akan mengakibatkan pendangkalan dan penyumbatan sungai yang akhirnya menyebabkan banjir seperti yang sering dialami.
Fakta yang berkaitan dengan sampah plastik dengan lingkungan:
·        Banyak ditemukan potongan plastik pada kerongkongan anak elang laut di pulau Midway, lautan pasifik
·        80% sampah yang mencemari lautan sekitar 90%nya adalah  plastik
·        Pada bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat 46.000 sampah plastik yang mengambang di laut
·        Sampah plastik mencemari ekosistem darat, laut dan udara yang menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi terhadap biota-biotanya.
Untuk menanggulangi penumpukan sampah plastik, beberapa pihak berpikir praktis dan mencoba untuk membakarnya. Mereka berpikir dengan membakar platik tersebut, plastik sudah musnah dengan sekejap. Akan tetapi pembakaran yang kurang sempurna justru akan membuat dioksin di udara dan pastinya mencemari udara.
Kini memang kita tidak bisa menghapus penggunaan plastik 100%, akan tetapi kita bisa memakai ulang plastik tersebut (reuse), mengurangi penggunaan plastik (reduce) dan mendaur ulang sampah-sampah plastik yang menumpuk (recycle). Yang terakhir mungkin diperlukan adanya regulasi dari pemerintah untuk meredam penggunaan plastik oleh massa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar